oleh

Sakit Saraf, Kuasa Hukum Ferdinand Ajukan Penangguhan Penahanan

JAKARTA – Alasan Sakit Saraf, Tim kuasa hukum Ferdinand Hutahaean berencana mengajukan penangguhan penahanan ke Bareskrim Polri.

Penangguhan penahanan diajukan dengan alasan kondisi kesehatan Ferdinand.

Kuasa hukum Ferdinand, Rony E Hutahaean mengatakan Ferdinand memiliki penyakit saraf sudah 2 tahun.

“Apa yang disampaikan tadi mengalami gangguan kesehatan di bidang saraf sudah 2 tahun,” kata Rony, Selasa (11/01/2022).

Roni mengataka, Ferdinand sudah mengalami sakit menahun selama 2 tahun tentang gangguan kelistrikan saraf.

“Di mana beliau itu ketika mengalami ada tekanan pikiran, atau merasa kecapekan,” kata Rony, Selasa (11/01/2022)

Roni berujar, Ferdinand kadang-kadang langsung pingsan tanpa sadar. Tapi dengan hitungan 3 menit sudah siuman.

Barulah 1 jam kemudian, Ferdinand baru menyadari perbuatannya. Ia biasanya akan bertanya-tanya mengenai apa yang diperbuatnya setelah pingsan itu.

“Karena dia gangguan ke saraf, 1 jam dia baru bisa berpikir normal, melakukan sesuatu dengan kondisi normal,” jelas Rony.

Rony tidak menjelaskan lebih mendetail penyakit Saraf yang diderita Ferdinand. Namun, menurutnya penyakit tersebut berpengaruh ke pola pikir kliennya.

“Sedang juga menjalani perawatan intensif. Butuh obat dan vitamin,” ujar Rony.

Terpisah, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan mempersilakan kuasa hukum Ferdinand mengajukan penangguhan.

“Silakan,” kata Ramadhan saat dihubungi, Selasa (11/012022).

Dia menyebut, keputusan penangguhan sepenuhnya menjadi dasar pertimbangan penyidik.

“Untuk itu, penyidiklah yang akan memutuskan diterima atau tidak. Pertimbangan penyidik nanti,” ujar Ramadhan.

Keterangan kuasa hukum Ferdinand tentang penyakit saraf ini bertolak belakang dengan penjelasan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Dia menuturkan, hasil pemeriksaan dokter, Ferdinand dinyatakan dalam kondisi sehat. Bahkan layak untuk ditahan.

“Rekam kesehatan baik, kondisi baik. Hasil pemeriksaan tim dokter, bisa dilakukan penahanan,” ujar Ahmad.

Komentar

Berita Populer