oleh

Dua Pekerja Tewas, CV Asal Trenggalek Diputus Kontrak Pemkab Ponorogo

PONOROGO – CV asal Trenggalek yang mengerjakan pembangunan jembatan Desa Grogol diputus kontrak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo.

CV pemenang yang berasal dari Kabupaten Trenggalek tersebut diputus kontrak karena tidak bisa menyelesaikan sampai deadline pengerjaan.

Selain itu, CV asal Trenggalek yang batas pekerjaan sampai tanggal 21 Desember 2021 penggarapannya masih 50 persen.

“Ya kita putus kontrak. Sebab tidak mungkin ada progres, karena masa pengerjaan sudah habis waktunya tanggal 21 Desember kemarin,” kata Kepala DPUPKP Hendry Indra Wardhana, Kamis (23/12/2021).

Terkait proses hukum kematian dua orang pekerja di lokasi proyek, Henry enggan berkomentar.

Pasalnya, rekanan dari Trenggalek itu walaupun CV pemenang namun yang mengerjakan jembatan tersebut orang lain.

“Itu kewenangan kepolisian, saya tidak mau berkomentar. Setahu kami yang mengerjakan ya CV dari Trenggalek itu,” ungkapnya.

DPUPKP Ponorogo, kata Henry, sedang berkoordinasi dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) Ponorogo.

Dirinya berupaya mengembalikan dana proyek yang sudah dibayarkan sebanyak 30 persen.

“Ini lagi koordinasi dengan APIP, supaya mengembalikan dana klaim yang sudah dibayarkan ke rekanan sebesar 30 persen atau Rp 250 juta,” katanya.

Kasus kematian pekerja Proyek

Untuk diketahui, satreskrim Polres Ponorogo terus melakukan penyelidikan terkait pondasi jembatan di Desa Grogol Kecamatan Sawoo yang menewaskan dua orang pekerja.

Pondasi jembatan yang ambrol dan menewaskan dua pekerja itu kuat dugaan pengerjaannya bermasalah.

Pembangunan proyek jembatan itu dimulai sejak 8 Oktober lalu, namun mendekati deadline tanggal 21 Desember 2021, rekanan baru merampungkan sekitar 40,36 persen.

Komentar