oleh

Adegan Rekonstruksi Tiga Anggota TNI Pembuang Pasangan Sejoli

JABAR – Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) menggelar adegan rekonstruksi insiden tabrak lari dua sejoli yang melibatkan tiga oknum TNI AD di jalan raya Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (03/01/22) pagi.

Tiga tersangka yaitu Kolonel Infanteri Priyanto (tersangka 1), Kopda Ahmad Sholeh (tersangka 2), dan Kopda Dwi Atmoko (tersangka 3) yang menabrak dan membuang korban ke sungai serayu jateng pun dihadirkan.

Rekonstruksi, dimulai sejak pukul 08.30 pagi, aparat TNI dibantu petugas Polresta bandung mulai bersiap menggelar rekonstruksi.

Tali pembatas dipasang untuk membatasi warga dari area TKP.

Dua boneka manekin sebagai korban, serta replika mobil hitam milik pelaku dengan nomor B 300 Q dan replika motor korban yang bernomor polisi D 2000 RS, ditempatkan di lokasi kejadian.

Tepat pukul 09.11 WIB, adegan rekonstruksi insiden tabrak lari pun dilakukan dengan menghadirkan ketiga pelaku oknum TNI AD.

Ketiga tersangka mengenakan baju tahanan kuning bertuliskan ‘TAHANAN MILITER POMDAM JAYA’ , memakai masker, dikalungi tanda tersangka dan tangannya diborgol.

Ketiga tersangka bersama dengan saksi kunci memperagakan detik-detik tabrakan hingga proses kedua korban Salsabila dan Handi Saputra dibawa pergi dengan mobil.

5 Adegan Rekonstruksi tabrak lari

Adegan pertama, mobil menabrak korban Handi Saputra dan Salsabila, kemudian tersangka turun dari kendaraan nomor B 300 Q.

Adegan kedua, Kolonel Priyanto dan Kopda Ahmad dibantu oleh salah satu saksi menggotong tubuh Handi Saputra, kemudian diletakkan di pinggir jalan.

Pada adegan ketiga, korban perempuan ditarik dari kolong mobil dan mereka mengangkat tubuh Salsabila ke pinggir jalan.

Tidak lama kemudian tubuh perempuan tersebut dibawa ke dalam mobil dan diletakkan di bagian kursi tengah.

Korban perempuan dibawa ke dalam mobil melalui pintu tengah oleh tersangka 1 dan 2.

Lalu adegan keempat, korban laki laki (Handi Saputra) dimasukkan ke bagian belakang mobil oleh tersangka 1 dan 3, bersama saksi.

Dan adegan kelima, tersangka membawa pergi korban yang kemudian diketahui dibuang di Sungai Serayu.

Proses rekonstruksi di lokasi Jalan Raya Bandung-Garut kawasan Nagreg ini tidak berlangsung lama.

Sekira pukul 09.21 rekonstruksi selesai dan rombongan Puspomad langsung berangkat ke arah timur, menuju lokasi sungai serayu di Jawa Tengah.

Menurut saksi yang turut serta dalam adegan rekonstruksi insiden tabrak lari, Oseng Saepudin Zuhri menyebutkan, rekonstruksi yang dilakukan sesuai dengan kejadian pada 8 desember 2021 lalu.

“Sesuai dengan kejadian waktu itu. Kalo pas kejadian saya sendiri yang ke tengah bantu korban yang tergeletak. Waktu itu banyak orang tapi ga ada satupun yang ikut bantu,” Tutur Oseng di lokasi.

Sementara dengan dihadirkannya ketiga tersangka, keluarga korban mengaku lega. Meski demikian keluarga berharap pelaku dihukum setimpal.

“Udah lega, kalo liat mereka (tersangka) kayak gitu kasian juga. Tapi semoga mendapat hukuman setimpal,” ucap Suryati, ibu korban Salsabila.

Komentar